GELOMBANG TINGGI RUSAK JALAN DAN PEMUKIMAN, WARGA DESA TEKU HARAP PEMBANGUNAN TANGGUL SEGERA DIREALISASIKAN
TEKU – Tingginya gelombang laut yang melanda wilayah pesisir Desa Teku, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, menyebabkan kerusakan pada jalan pantai serta mengganggu pemukiman warga. Air laut bahkan dilaporkan masuk hingga ke rumah-rumah penduduk di sepanjang garis pantai.
Kondisi tersebut memaksa pemerintah desa bersama masyarakat melakukan pembersihan jalan dari material pasir, yang terbawa gelombang. Akses transportasi warga sempat terganggu akibat tertutupnya badan jalan oleh material laut.
Warga setempat mengaku khawatir jika kondisi ini terus berulang, mengingat intensitas gelombang tinggi semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Selain merusak infrastruktur jalan, air laut juga berpotensi merusak rumah warga dan mengancam keselamatan mereka.
Pemerintah Desa Teku bersama masyarakat menyampaikan bahwa proposal pembangunan tanggul penahan abrasi pantai sebelumnya telah diajukan kepada pemerintah daerah Kabupaten Banggai dan Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah. Namun hingga saat ini, realisasi pembangunan tersebut masih dinantikan.
“Kami sangat berharap agar pemerintah daerah dan pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah segera merealisasikan pembangunan tanggul abrasi pantai. Ini sangat penting untuk melindungi pemukiman warga dan menjaga infrastruktur jalan di wilayah pesisir,” ujar Jufry Lasandre Kepala Desa Teku.
Dengan adanya tanggul penahan abrasi, diharapkan dapat meminimalisir dampak gelombang tinggi serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai Desa Teku.
Pemerintah dan masyarakat setempat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar penanganan abrasi pantai dapat segera dilakukan demi keberlangsungan kehidupan warga pesisir. (***)